Antara Aku dan Tangerang
Hari ini, sabtu 21 April 2012. Saya sedang di Depok berada di kios tempat ku dan paman ku berjualan sate, kiosnya ada 2 petak masing-masing ukuran 2X3 m. Awalnya pamanku hanya menyewa satu kios, di depan kios yang pamanku sewa ada tiang listrik dan tiang puing bekas bangunan yg besar sehingga pamanku menjadi kesulitan untuk menaroh grobak satenya, aku tidak tahu kenapa pamank memililh kios yang sebela kanan bukan yang satunya, padahal kalau dia menyewa kios yang sebelah kiri dia tidak akan kesuliltan meletakan grobak satenya. Ah dasar dia pamanku, dia memang seperti itu.
Ngomong-ngomong tentang pamanku, BTW (maaf terjadi pengulangan kata) pamanku adik dari arangtuaku (itu jelas gak usah dibahas kali) usianya sudah kepala 3, dia orang yang payah dalam segala hal, cotohnya, dia tidak bisa mengganti keran air yg rusak, tidak bisa bikin kandang ayam, tidak bisa memperbaiki genteng yang bocor, tidak bisa memperbaiki kursi meja yang patah, selalu kebingungan menentukan ukuran bajunya sendiri, "yang ini pas gak ukurannya buat saya, kalo yang ini, ini kegedean, ini kekecila gak, pas yah!, warnanya?" tanya pamanku, kalimat yang selalu saja dilontarkan ketika hendak membeli pakaian dimanapun dia belanja. itu kan buat dia yang ngerasain dia dong, dan ini yang paling parah, dia selalu saja kena tipu dibodo-bodoin orang lain.
Dia juga punya kelebihan (aku juga tidak tahu ini kelebihan atau kekurangan)diantaranya dia pandai merayu wanita yang paling dia sukai adalah 'janda magel' kau tau 'janda magel'? itu istilah umtuk menyebut janda yang belum lama bercerai dengan suaminya, cakap memasak, tidak heran kalo dagangannya punya banyak pelanggan bahkan mengalahkan warung sate Madura saingannya yang mangkal tidak jauh dari tempat panglakan pamanku. orang-orang yang hendak membeli sate walaupun tempat tinggalnya dekat dengan warung sate Madura tadi dia melewatinya dan membeli sate di warung sate milik pamanku, apa kalian bisa membayangkan betapa lezatnya sate buatan pamanku!.
Hobinya memelihara binatang, sejauh yang aku tahu dia pernah memelihar Burung, kemudian Ikan, dan saat ini sedang seneng-senengnya memelihara Ayam jago. Pada saat dia memelilhaar Burung usiaku baru 11 tahun waktu itu, dirumahnya ada 4 jenis Burung, aku tidak tahu itu burung jenis apa-apa, dan setiap pagi dia memandikan satu persatu Burung peliharaannya dengan dibantu oleh temannya yang juga memiliki hobi yang sama. Dimandiin satu terus dinaikin keatas, satu lagi selesai dimandiin dikatrol keatas dan begitu seterusnya sampai semua burunya selesai dimandiin.
Kemudian Ikan, ini yang paling , dia punya Ikan Arwana ukurannya cukup besar akuariumnya juga. Aawlnya dia yang merawat ikannya, karena dia harus kembali ke perantauan untuk mencari nafkah, dan tidak mungkin Ikan pelliharaannya dibawa ke Depok, jadi dia meminta istrinya untuk merawatnya, memberinya makan dan menguras air kalo air di dalam akuarium keruh. Satu bulan pertama Ikan Arwananya nampak sehat, dua minggu berikutnya Ikan ini terlihat lincah bernang kesana kemari dari sisi satu akuarium ke sisi lainnya, saru minggu berikutnya ikannya 'ngambang'. Istrinya panik "loh, ini kok ikannya mati kenapa?#!@%$^*&((," kemudian ia menanyai anak-anaknya,
"Sis, tahu gak ini ikan mati kenapa?" tanya si Ibu kepada si kakak
"Nggak tahu mah, aku dari tadi maen di rumah Tiah" si kakak membela
"Kamu Di?" si Ibu terlihat kesal
"Tadi pagi aku kasih makan mah, eh malah jadi begitu ikannya gak bisa berenang lagi mah" papar si adik
"Dikasih makan apa?" lanjut si ibu ingin tahu
"Coklat" dengan wajah polos.
Sang ibu pun tidak jadi marah malah menunjukakan ekspresi wajah seperti menahan tawa. Dua hari kemudian pamanku pulang dan kau tahu seperti apa reaksinya setelah mendengar suratan takdir yang harus diterima ikan Arwananya.
"Ikan-ikankuuuuu" (lebay ikannya ada satu juga!!!)
Memelihara ayam jago adalah hobinya saaat ini, ceritanya berawal saat ia pindah dari Jakarta ke Depok, tiga tahun berjualan sate kelilling dengan gerobaknya yang dulu, di kaca depan tertulis 'SATE KHAS CIREBON TERIMA PESANAN,
Pagi-pagi paman ke Pasar untuk membelli bahan-bahan untuk membuat sate dagangannya,
Memelihara ayam jago adalah hobinya saaat ini, ceritanya berawal saat ia pindah dari Jakarta ke Depok, tiga tahun berjualan sate kelilling dengan gerobaknya yang dulu, di kaca depan tertulis 'SATE KHAS CIREBON TERIMA PESANAN,
Pagi-pagi paman ke Pasar untuk membelli bahan-bahan untuk membuat sate dagangannya,
to be continue...
Komentar
Posting Komentar